Untuk FMIPA Undip

11 April 2007

Tulisan ini adalah surat terbuka kepada civitas academica Fakultas MIPA Undip. Tak ada niat menghakimi atau membongkar kekurangan fakultas yang pernah saya jadikan tempat belajar beberapa tahun lalu. Dengan latar belakang saya selaku wartawan di beberapa media massa, dan pengamatan terhadap lembaga-lembaga pendidikan di dalam dan luar negeri, saya ingin berbagi usulan pengembangan fakultas yang saya cintai ini.

Pokok-pokok pikiran ini mencakup hal-hal mendasar yang dihadapi oleh lembaga pendidikan di Indonesia dan tantangan bangsa di tengah tren globala saat ini, serta usulan pemecahannya. Secara umum, masalah yang dihadapi lembaga pendidikan di Indonesia adalah :

  1. Rendahnya kualitas pendidikan
  2. Rendahnya kualitas produk pendidikan (lulusan atau alumni, kepedulian sosial, dan manfaat )

Hingga saat ini formula untuk memenuhi keduanya memang masih menjadi perdebatan para ahli. Yang pertama biasanya berkait dengan sumber daya manusia (pengajar dan pengelola), prasarana dan sarana belajar, serta sistem pendidikan dan kurikulum. Sedangkan yang kedua mencakup tanggung jawab sosial lembaga terhadap output kegiatan belajar mengajarnya dan keberadaan fisiknya di suatu tempat.

Dari kacamata tersebut, Fakultas MIPA saat ini tampak kedodoran dalam soal pertama dan kedua. Hanya saja masalah nomor dua tampak sekali lebih kedodoran. Setidaknya masyarakat luas belum melihat kiprah nyata yang bisa diberikan oleh FMIPA selain meluluskan alumni. Begitupun apreasiasi masyarakat Indonesia dan dunia melihat kiprah dan reputasi FMIPA sebagai pencetak sarjana-sarjana sains belum begitu terasa. Bandingkan dengan fakultas ekonomi, kedokteran, teknik atau lainnya. Tanpa mengabaikan usia yang relatif muda, FMIPA berpotensi untuk sejajar dengan kiprah fakultas lain bahkan melampauinya.


Pertanyaan umum yang kerap diajukaan masyarakat adalah:

  1. Siapakah lulusan-lulusannya yang membuktikan kualitas proses belajar mengajarnya?
  2. Apa manfaat keberadaan fakultas bagi masyarakat sekitar?
  3. Tulisan-tulisan apa saja yang sudah dipublikasikan oleh lembaga ini?
  4. Buku-buku apa yang sudah diterbitkan oleh dosen dan pengajar?
  5. Penelitian-penelitian apa yang sudah dilakukan mahasiswa maupun dosennya?
  6. Inovasi apa yang sudah ditemukan dan memberi sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun aplikasi nyata demi memecahkan masalah di Indoensia?
  7. Dimana dan bagaimana mendapatkan informasi tentang FMIPA?
  8. Bagaimana cara menjalin kerjasama dengan FMIPA?
  9. Peluang apa saja yang bisa dijadikan wahana kerjasama di FMIPA?
  10. Bagaimana menghubungi FMIPA?

Secara umum gambaran kondisi FMIPA Undip saat ini bisa dilihat dari tabel analisis SWOT berikut:

Strenght

Weakness

Opportunity

Threat

Status negeri (disokong negara)

Birokrasi lambat

Lebih dipercaya

Banyak PTS yg lebih maju dan jalin afiliasi ke PTS Asing

Dana operasional dari negara

Dana terbatas

Bisa mencari dana dari luar lwt kerjasama

Terkendala aturan

Kurikulum standar

Adaptasi kurikulum internasional lambat

Lebih sering undang dosen tamu u/ kuliah umum

Kalah dalam persaingan

Sarana cukup

Kurang dikenal

Menjadi fakultas favorit di Undip/Indonesia

SDM Pengajar S2 dan S3

Karya non penelitian kurang

Publikasi dosen (buku) minim

Menghasilkan kualitas penelitian yang bermutu

Tak dikenal public

-dianggap nomor 2

Mahasiswa rajin-rajin

Mahasiswa masuk karena pilihan ke 2

Studying oriented

Lebih mudah menerima Inovasi

Outputnya tak maksimal

-Budaya publikasi kurang

– Tak ada bagian khusus komunikasi

Bikin publikasi sendiri

Siapkan web interaktif

Ditinggalkan masyarakat dan calon mahasiswa

Kerjasama LN kurang (dgn lembaga atau personal)

Punya ikatan alumni di tiap jurusan

Aktivitasnya tidak terasa

Sebagai jaringan informasi dan kerjasama pihak ketiga

– Kegiatan mahasiswa kurang membumi (jauh dari masyarakat)

– Budaya entrepreneuship rendah (mahasiswa lebih berpikir setelah lulus menjadi karyawan)

Dari analisis SWOT dan gambaran permasalah umum serta potensi yang dimiliki, berikut beberapa saran yang bisa dikerjakan untuk pengembangan FMIPA Undip :

  1. Bidang Kurikulum dan Akademik

a. Penambahan kurikulum internasional.

Melengkapi kurikulum yang sudah ada, sebaiknya tambahkan mata kuliah-mata kuliah baru seperti TOEFL, kewirausahaan, writing mastery, pengenalan IT dll.

b. Pembentukan wadah baru di luar kurikulum.

Opsi ini bisa dilakukan bila pilihan a tidak memungkinkan. Wadah itu berupa Unit Teknis seperti Toefl Corner, Entrepreneurship Corner, Writing Club, IT Group, Management dan lain-lain. Bidang-bidang tersebut adalah keahlian-keahlian yang diperlukan dalam abad ke 21 yang berbasis pada komunikasi dan kompetensi individu.

c. Membuat situs internet akademik.

Situs ini berisi berita seputar kampus maupun materi perkuliahan dan tautan ke situs-situs pribadi para dosen, alumni atau mahasiswa. Dengan demikian, pikiran-pikiran para dosen, alumni atau mahasiswa bisa diakses secara luas oleh masyarakat.

d. Mendorong dan memberi insentif bagi dosen yang menulis buku atau publikasi ilmiah.

  1. Bidang Publikasi dan Komunikasi

Usulan di bidang ini antara lain :

    1. Meningkatkan kinerja Perpustakaan sehingga tak sekadar melayani mahasiswa tetapi sebagai pusat publikasi ilmiah yang bisa diakses masyarakat luas. Abstrak penelitian skripsi mahasiswa dan dosen harus bisa diakses secara mudah dalam bentuk hard copy atau soft copy secara offline atau online.
    2. Perpus perlu menjalin kerjasama dengan penerbit untuk membuka peluang bagi dosen atau mahasiswa yang ingin menulis di luar.
    3. Perpus menjalin kerjasama dengan perpustakaan lain di Indoensia atau luar negeri dalam bentuk pertukaran data ilmiah, abstrak, buku, atau pelatihan bagi staf.
    4. Bila memungkinkan dibentuk Unit Khusus Kehumasan atau Marketing Communication. Unit ini bertugas :

i. Membentuk citra positif FMIPA di dunia luar.

ii. Menjalin kerjasama dengan institusi media massa, industri, lembaga lain atau individu yang berpotensi mengangkat kualitas FMIPA.

iii. Mengisi dan meng-update layanan publikasi ilmiah maupun website FMIP secara berkala (minimal seminggu sekali).

iv. Menawarkan jasa-jasa ilmiah/non ilmiah FMIPA ke lembaga lain atau masyarakat umum.

v. Mencari dan mendapatkan informasi beasiswa terbaru untuk disebarluakan ke mahasiswa dan dosen.

vi. Sebagai think tank untuk merumuskan kebijakan strategis komunikasi FMIPA

vii. dll.

  1. Bidang Kemahasiswaan
    1. Membentuk kantong-kantong diskusi mahasiswa di sekitar kampus dengan memperbanyak tempat nongkrong diskusi mahasiswa.
    2. Mendorong dosen agar bisa dihubungi mahasiswa kapanpun untuk sekadar berdiskusi lewat email, telepon atau tatap muka langsung.
    3. Mendorong mahasiswa aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dengan memperbanyak pilihan kegiatan yang bisa diikuti.
    4. Menggelar diskusi ilmiah rutin di tiap jurusan atau fakultas setiap minggu, dua minggu atau bulanan. Pada tahap awal (hingga 6 bulan) kegiatan ini sebaiknya dikelola oleh Fakultas dan berikutnya dijalankan oleh mahasiswa.
    5. Mengadakan lomba-lomba bagi mahasiswa dalam bidang ilmiah, proposal penelitian, penulisan karangan ilmiah, penulisan ilmiah populer, penulisan ilmiah populer dalam bahasa Inggris, penulisan resensi buku ilmiah, dll.

Dari usulan-usulan tersebut, akan mengemuka pertanyaan tentang sumber pembiayaan, tim pelaksana hingga pertanyaan siapakah yang bertanggungjawab mengawali dan mengawal hal-hal tersebut. Berikut beberapa opsi yang bisa dipilih :

  1. Pendanaan
    1. Dari negara

Caranya dengan mengalokasikan dari anggaran rutin atau mengajukan pos anggaran baru.

    1. Swadaya dan dana pihak ketiga

Untuk pola ini bantuan bisa berasal dari lembaga-lembaga donor di luar negeri atau di dalam negeri seperti Ford Foundation, Sampoerna Foundation, The Habibie Center, Asian Foundation, UNESCO dll.

Dana bisa juga dari pihak ketiga yaitu perusahaan-perusahaan di dalam negeri dengan syarat memberi konsesi berupa barang atau jasa kepada mereka. Beberapa perusahaan yang bisa diajak bekerja sama antara lain PT Telkom, PT Indosat, Caltex, Astra Honda Motor, dll.

  1. Pengelolaan
    1. Untuk lembaga-lembaga baru seperti IT Group, Website dll sebaiknya dikelola oleh kalangan sendiri (dosen, mahasiswa, staf) dari jurusan atau fakultas yang berkompeten. Sedangkan lembaga lain seperti Toefl Corner, Entrepreneurship Corner bisa memanfaatkan tenaga yang dimiliki oleh Fakultas dan melibatkan alumni atau lembaga lain (British Council, Entrepreneur University, Kadin, dll) dalam bentuk kerjasama jasa.
    2. Khusus lembaga Unit Humas atau Marketing Communication harus diusahakan melibatkan orang luar sebagai konsultan dengan staf dari tenaga yang dimiliki Fakultas atau Jurusan.
    3. Lembaga-lembaga itu sebaiknya dihimpun dalam satu wadah dan dikontrol langsung oleh Dekan atau Pembantu Dekan.

Meski tak begitu rinci, namun usulan-usulan ini dalam pandangan saya sangatlah realistis dan bisa diwujudkan asal ada kesungguhan. Tentunya melihat potensi dan kendala yang dihadapi, pembentukan lembaga atau kegiatan itu tak bisa dilaksanakan sekaligus. Yang lebih penting adalah menjaga agar semangat dan platform pengembangan yang berorientasi think global act local ini tetap terjaga. Bila benar-benar diwujudkan, paling tidak dalam waktu 6 bulan, hasil dari tindakan ini mulai bisa dirasakan manfaatnya. Sekian.

Sri Nanang Setiyono

Alumni Kimia FMIPA Undip

http://srinanangsetiyono.wordpress.com

email: snsdotcom@yahoo.com, sri.nanang@gmail.com

phone: 081310718258, (024) 33114171

74 Tanggapan to “Untuk FMIPA Undip”

  1. Untuk Mas Nanang
    Mau maju? Tentu memerlukan umpan-balik yang namanya kritik. Kritik adalah makanan lezat bagi yang mau maju. Memberikan kritik, dalam bahasa agama Islam adalah “tawa shobil haq”. Namun, mengkritik tentu harus didasarkan pada azas-azas:
    1. I’tikat baik untuk kemajuan.
    2. Didorong oleh rasa tanggungjawab bersama yang besar.
    3. Agumentasi kritik harus didasarkan pada kebenaran dan fakta yang benar.
    4. Tidak memojokkan, menghakimi, dan tidak memperlakukan fihak yang diberi kritik seperti katak dalam tempurung, bodoh, tak tahu apa-apa: Ujudkan dengan ungkapan bahasa yang “soft-persuasif dan mendukung maksud-hati”. Maksud hati dan yang terungkap ke kata-kata bertolak-belakang 180 derajad…
    5. Pengkritik juga harus mengetahui benar apa yang sudah dan sedang dilakukan fihak yang dikritik, sehingga kritikannya obyektif

    Pro Mas Sri Nanang Setiyono
    Kami selalu bekerja keras untuk meningkatkan atmosfer akademik. Padat sekali agenda 2 tahun ini, membuat semua tak sempat membuka dan membaca tulisan Nanang, apalagi harus mengorbankan waktu pergi ke internet. Di sela-sela tanggungjawab mengajar dan melakukan penelitian (tanpa dana dari manapun) kami sedang menyiapkan banyak hal. Apa yang Nanang sarankan bukan hal yang tak pernah/belum kami lakukan. Perlu Informasi buat Mas Nanang, bahwa kami semua sangat sibuk dengan Target 1 September 2007:
    1. Penjaminan mutu akademik (saya pegang peran sebagai penatar & pengendali di tingkat Univ., auditor proses
    akademik di tk Univ.). Semua pejabat s.d. tk Kalab + dosen-dosen sibuk sekali mempersiapkan semua dokumen
    mutu.
    2. Internasionalisasi kurikulum. Kami tidak tidur lelap, kami semua, di semua program studi, sedang bekerja keras
    mengubah semua paradigma, mengganti dengan berbagai paradigma baru yang lebih efektif, efisien, fleksibel,
    dan akuntabel. (sbg konseptor utama & pengendali di Univ. saya harus bekerja ekstra keras siang-malam, sehingga —
    maaf– tidak dapat segera merespons tulisan Mas Nanang. Beda dengan Mas Nanang yang punya waktu jauh ebih
    longgar untuk membaca orang lain dan menuliskan kritiknya, karena memang profesinya itu.. he..he..he..
    Saat saya menulis inipun saya sedang membuat kritik pedas terhadap semua kelemahan institusional kami yang
    tertuang ke dalam Evaluasi Diri, dan merekomendasikannya untuk mentranformasi kurikulum lama menjadi kurikulum
    berskala internasional. He..he..he.. Mas Nanang belum tahu kan..)
    3. Masih banyak lagi kerja-keras kami yang terlalu panjang untuk saya curhat-kan pada Mas Nanang.. Yang penting
    saya katakan, semua saran Mas Nanang sedang kami garap. Tentu tak bisa secepat dan semudah membalikkan tangan
    atau menuliskan berita dan mencetak koran: Butuh waktu panjang untuk menuai hasilnya… lebih-lebih bila etos
    belajar & etos kerja akademik mhs sekarang seperti ini.

    Eh, Mas Nanang.. Tuduhan “lulusan berkualitas rendah” itu menurut saya bahasa “klise” masyarakat. Bagaimana mereka mengukurnya? Saya yakin: apa yang tak cocok dg pikirannya atau yg diinginkannya lalu dibilang kurang/tidak bermutu. Meskipun ada benarnya, tetapi tidak bisa dipukul-ratakan. Banyak memang lulusan kita yang grade-nya rendah. Namun, yg grade-nya tinggi juga banyak. Ada pula lulusan Kimia kita yg sudah ber-grade internasional. Mas Nanang sendiri mau saya bilang alumni ber-grade rendah…? Kalaupun Mas Nanang mau, saya yg tidak rela…

    Yang tak kalah penting untuk saya sampaikan pada Mas Nanang adalah bahwa alumni-pun punya tanggungjawab besar untuk membantu kami, supaya harapan alumni dapat terpenuhi. Itu sudah menjadi standar kerja institusional kami. Tentu bukan bantuan fisik & finansial; yang jauh lebih berharga adalah motivasi-motivasi dari para alumni untuk mahasiswa adik-adik angkatannya, serta keteladanan alumni berupa kemampuan brilian untuk merekonstruksikan apa yang telah diberikan kepadanya waktu masih kuliah supaya relevan dg keadaan dan tantangan yang dihadapinya, lalu menerapkannya untuk menyeleaikan problem yang dihadapi masyarakat. Bukan motivasi yang justru melemahkan semangat belajar dengan (a.l. ada yg) berkirim surat terbuka ke mading yang isinya a.l.: Tongkrong-tongkrong di depan Dekanat bergosip-ria banyak manfaatnya dan sangat perlu….bekerja tidak harus dengan bekal ilmu kimia… Jadi sales lebih menantang dan menjanjikan… dst. Lha kalau tidak perlu Kimia, kenapa mesti menghambur-hamburkan waktu, biaya, dan energi selama lebih dari 4 tahun untuk nongkrong di Kimia-MIPA? Kenapa tak belajar saja di Prog Studi yang sesuai dengan bakatnya dan yang lebih menjanjikan?

    Alumni bicara mengenai rendahnya kualitas lulusan dan kurangnya tanggungjawab institusi… Nah, tengoklah kembali ketika semasih jadi mahasiswa. Alumni memberikan saran adanya hal-hal yang dia sendiri waktu kuliah tidak menyukainya. yah.. namanya tidak fair…Apakah mahasiswa tak menggerutu jika ditempa supaya berkualitas? Untuk jadi petinju berkualitas, hingga memenangkan Tisson, tak sekedar pelatih dan fasilitas tinju saja yang dibutuhkan. Tetapi lebih penting adalah kemauan dan semangat untuk berlatih keras tanpa pernah menggerutu jika harus berlatih memukul karung pasir yang lebih berat, lebih padat, dan lebih keras. Mas Nanang ingat situasi MK-PIP? Mayoritas mahasiswa tidak setuju/rela ditempa di kawah “Candradimuka” yang berat dan keras kan… Bagaimana bisa berkualitas. Sekarang isi MK-PIP sudah dihapus, saya sudah tersingkir, dan pada kurikulum mendatang MK-PIP akan dihapus karena tak banyak manfaat. Dan kembali alumni menyarankan perlunya kemampuan writing: saran yang justru sudah dilaksanakan sejak dulu tetapi dulu banyak ditentang. Yah, untuk jadi penulis yg bagus, latihannya ya mesti berat. Itu baru MK-PIP. TA? Tugas-tugas kuliah? Apalagi mahasiswa generasi sekarang. Maunya: kuliah tak banyak beban, tak perlu tugas, santai, gampang lulus, ilmu yng diberikan dosen tak usah sukar-sukar. Padahal tuntutan global tak bisa memaafkan itu lagi. Santai, tanpa latihan bebrat tetapi kualitas tinggi: joss!Ujian Nasional untuk menjamin kualitas lulusan SLTA ke bawah saja banyak ditanggapi negatif kan..? Bahkan kecurangan-kecurangan dilakukan banyak demi persen kelulusan yang tinggi. Bukan demi kualitas dan kejujuran.

    Mas Nanang, saya mau segera bekerja lagi, maaf masih banyak yang bisa saya curhat-kan, tetapi baiknya berseri per episode…… Hahaha…..Terima kasih atas masukan-masukannya yg sangat berharga, demi perbaikan UNDIP, MIPA, dan Kimia kita. Tetapi, tolong jangan sebut Kimia Murni lagi. Tolong, web supaya diubah. Istilah itu tidak standar dan tidak sesuai dengan yang kami kerjakan mendatang, sebab selain azas & konsep fundamental yang kuat dan integratif, kimia kita juga akan disentuh pula dengan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari & entrepreneurship. Ok? Viva Mas Nanang…

    April 28, 2007
    WH Rahmanto

  2. Terima kasih pak. Kritikan saya barangkali pedas, tapi menurus saya hal ini harus dibiasakan. Marilah kita saling mengkritik dengan tujuan positif. Saya sendiri tak menganggap pihak yang dikritik ibarat katak dalam tempurung. Kritik adalah dorongan dan bukti kepedulian. Tak kenal maka tak sayang. Bukan begitu……?

    Oia, soal kualitas lulusan, saya tak malu mengakui kalau kualitas saya rendah. Namun saya tak menyalahkan kualitas institusi semata, 99 % kerendahan kualitas saya adalah akibat tindakan saya sendiri. Pilihan saya sendiri🙂

    Btw…mana komentar yang lain. Ajak donk pak dosen dan mahasiswa yang lain menyumbangkan komentarnya atau tulisannya. Salam

  3. bakhri said

    …………..Nah, tengoklah kembali ketika semasih jadi mahasiswa. Alumni memberikan saran adanya hal-hal yang dia sendiri waktu kuliah tidak menyukainya. yah.. namanya tidak fair…Apakah mahasiswa tak menggerutu jika ditempa supaya berkualitas? Untuk jadi petinju berkualitas, hingga memenangkan Tisson, tak sekedar pelatih dan fasilitas tinju saja yang dibutuhkan. Tetapi lebih penting adalah kemauan dan semangat untuk berlatih keras tanpa pernah menggerutu jika harus berlatih memukul karung pasir yang lebih berat, lebih padat, dan lebih keras………..

    Belajar setelah jatuh saat terbang, kemudian berkicau merdu sebagai alunan rintihan pesan. itulah yang mungkin coba para burung yang teranjur tak bisa mengulang waktu.

    mohon dibicarakan juga skill mahasiswa di bidang komputer bukan hanya word exell, mungkin di tingkatkan untuk access untuk pengolahan data base.

    AS.Bakhri

  4. Indah Nurita Kurniasih said

    Dari pengalaman yang saya dapat disini, hanya orang2 yang punya niat dan semangat untuk maju dan yang punya prioritas dalam hidupnya yang bisa berhasil dalam persaingan di lembaga pendidikan international. Memang mungkin selama kuliah di Kimia MIPA undip karna terbatasnya dana seringnya sarana-sarana di lab dulu kurang lengkap. walhasil meski kita tau teorinya pengoperasian alat, tapi prakteknya kurang. Tapi kalau pada dasarnya si mahasiswanya sendiri punya niat untuk maju, keminiman sarana yang ada di lab membuat si mahasiswa kreatif untuk mengaplikasikan ilmu nya dalam hal yang lain. Di negara tetangga kita (Malaysia) menurut teman saya yang lulusan sana, sarana2 penunjang mahasiswanya banyak. perpustakaan lengkap dengan buku2nya, alat2 di lab banyak, tapi jarang mahasiswa yang memanfaatkannya. Nah jadi balik lagi ke niat kan? dosen2 kita dulu rasanya cukup membekali kita dengan banyak hal. beruntung saya masih merasakan beratnya kuliah kimia dasar dengan bu dwi dan pak saor. beruntung saya masih merasakan bimbingan pak rahmanto untuk menulis lebih baik. Saya jadi ingat dengan tugas2 yang diberikan pak saor dulu.. matlab dan sebagainya. waktu jadi mahasiswa sebagian dari teman2 saya mengeluh karna harus menghabiskan biaya buat ngerental, menghabiskan waktu buat mengerjakan tugas. mungkin suatu saat saya juga pernah mengeluhkannya. cuma sekarang disini, banyak manfaat yang saya rasakan. untuk mengerjakan kuliah saya, saya harus menggunakan software dan pengoperasian mesin sendiri dengan komputer yang lebih canggih dan maju. tapi tetep aja kan prinsip dasarnya sama. Dan saya juga enggak mau kalau saya bilang saya tidak berkualitas. semua itu cuma masalah waktu dan niat. itu aja. pak rahmanto benar lulusan kimia undip banyak kok yang berkualitas international. sekarang bukan cuma dari sisi lembaganya aja dong yang disoroti.. tapi mahasiswanya sendiri gimana..
    kalau mahasiswanya maunya cuma nongkrong-nongkring aja ya susah.. hm mungkin ada baiknya mahasiswa tingkat awal diberi motivasi yang baik oleh alumni2nya..
    supaya kualitasnya kimia undip semakin meningkat, seiring dengan bantuan dari ibu-bapak dosen2 tercinta yang pastinya juga mau kimia undip jaya.

  5. Ihsanuddin Bahri said

    Menurut saya, perbaikan yang harus dilakukan adalah perubahan mentalitas kerja dari para mahasiswa kimia. Pembentukan karakter seperti “Tandang Lawan Walau Seorang” (sikap dan perilaku yang mau melawan keadaan seberat apapun demi tujuan mulia) perlu di tekankan pada mahasiswa melalui mekanisme yang tersistem. Artinya perilaku di dalam kampus harus mencerminkan sikap dan karakter yang positif yaitu:
    1. Tidak mudah menyerah (dunia kerja adalah dunia menuntut hasil yang tinggi, tidak ada kesalahan, teliti, mau belajar, dll, maka sikap tidak menyerah adalah modal dasar yang wajib dimiliki mahasiswa. Konkritnya, dibuat mahasiswa tidak ada waktu luang buat konkow2, biarkan para mahasiswa sibuk dengan tugas2, dan dosen harus menuntut hasil yang tinggi sehingga tugas tidak hanya formalitas saja)
    2. Berani bersikap, mahasiswa harus berani bersikap terhadap hal2 yang tidak sesuai dengan aturan main di kampus atau hal2 negativ lainnya. Berani bersikap adalah bagian dari karakter kita, dan dalam dunia nyata baik dilingkungan kerja atau di masyarakat selalu ada dilema2 yang harus kita pilih, maka berani memilih salah satu dilema adalah sifat yang harus dibentuk sejak kuliah.
    3. Demokratis (berani terima kritik dan berani mengkritik, terbuka terhadap hal2 baru)
    4. Disiplin ( harus jelas batas waktu tugas, batas waktu boleh tidaknya masuk kuliah, dosen dan mahasiswa harus sama-sama menaati aturan, dll)
    5. Reward & punishment yang jelas dan tegas (sebagai bagian dari konsekuensi pelaksanaan aturan) Contoh mudah adalah : BASMI BUDAYA CURANG DAN CULAS YANG TERMANIFESTASI DALAM BUDAYA CONTEK MENCONTEK. kalau budaya semacam itu masih membudaya, gimana mau maju boss…saya usulkan bagi para penjaga ujian harus bersungguh2 dan tegas dalam menghukum pelaku kriminal tersebut.

    (bersambung)

  6. papae tegar said

    Uiih adik-adik kimia undip udah hebat-hebat lhoo..
    nggak kayak kakak-kakakmu ini apalagi kami angkatan 1988 yang notabene angkatan pertama (“the super senior” kata mas wawan alias teruh alias buthek hehehe)
    pokoke kimia undip sekarang udah huebat !

    salam dari desa sambueja kec. simbang kab. maros sulawesi selatan.
    Papae tegar wong ndeso…

  7. giyanto said

    salam bwt temen2 chaiyo02 (anak kimia amgkatan 2002)…salam juga bwat seluruh Alumni kimia undip……and salam bwat seluruh dosen kimia Undip…
    saya sangat senang sekali atas kemajuan jurusan kita ini,,,salah satu adanya web kimia undip ini…semoga ini memberikan manfaat bagi para civitas akademik kimia undip dan seluruh alumni..mari kita kenalkan keseluruh dunia bahwa kita ada dan siap jadi pemenang
    masukan:
    tolong..di bwat link untuk informasi lowongan kerjaan dimana para alumni bisa memberikan informasi lowongan kerja…mohon para alumni bisa memberikan informasi lowongan kerja dan tips bagaimana menyiapkan wawancara bagi lulusan kimia..
    SEMOGA KIMIA KE DEPAN LEBIH MAJU…..
    terima kasih

  8. Waks said

    Insya 4jj1 jika ada kesempakan saya tampilkan di buku tamu biar langsung terbaca.

    good idea!!!!

  9. Mr. Sam said

    wah ternyata asik juga, semoga idea nya bisa berjalan. salut berjuang buat mas nanang.

  10. Mr. Sam said

    Nih buat yang lagi nyari:

    Advertised: 13-7-07 | Closing Date: 11-8-07.

    PT IM Bogasari Flour Mills

    Career Opportunities

    PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR, Tbk bogasari flour mills, We are a Leading Wheat Flour Milling Company offer Vacancy for dynamic, highly motivated & committed candidates to fill the following position :
    Quality Control (QC)
    (Jawa Timur – Surabaya)

    Requirements:

    * Male
    * Maximum age 28 years old
    * Hold min D3/S1 Chemistry or Chemical Engineering or Food Technology
    * With min GPA 2.75
    * Having experience in Food Industry will be advantage
    * Computer MS Office literacy
    * Proficient in oral & written English
    * Willing to work on shift

    Please submit your application letter with comprehensive resume and recent photograph at the latest on June 30 th 2007 by posting the position code on the envelope to :

    Recruitment Section
    PT ISM bogasari flour mills
    Jl. Nilam Timur No. 16, Tanjung Perak
    Surabaya (60165)

  11. Lei said

    Advertised: 19-7-07 | Closing Date: 17-8-07.

    PT Bintang Permata Semesta

    Kesempatan Berkarir

    Perusahaan Surface Finishing Solution Provider dengan spesialisasi
    pada performance coating untuk proses elektrolitik, proses non-elektrolitik, phospating dan special coating.

    Technical Support Engineer
    (Jakarta Raya – Jakarta)

    Requirements:

    Pria/Wanita
    Lulusan Sarjana Kimia (Harus), lebih diutamakan dari MIPA Kimia, dengan IPK min 3.0 Menguasai Bahasa Inggris aktif.
    Mandiri dan Inisiatif
    Melakukan analisa kimia (titrasi).
    Memiliki kemampuan problem analysis & troubleshooting.
    Mengoperasikan alat-alat laboratorium.
    Pengalaman dibidang electroplating merupakan nilai tambah.

    Bagi yang berminat dan memenuhi kriteria diatas dapat mengirimkan surat lamaran, CV, nomor telepon yang dapat dihubungi dan pas photo terakhir ke :

    aries@newstar-chemicals.com

  12. Lei said

    WORKING WITH YOUR HEART
    (PEKERJAAN BERKUALITAS LAHIR DARI HATI)

    Ada orang yang bekerja dengan kepandaian dan pengetahuannya (head), ada pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan hatinya (heart). Selain bisa menikmati yang dikerjakan, bekerja dengan sepenuh hati hasilnyapun akan maksimal.

    Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati. Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan kita. Bagaimana bekerja dengan hati ? Mulailah dengan lima langkah berikut ini :

    1. Tetapkan tujuan dalam hati.
    Banyak tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja, mungkin untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi atau gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun dalam persaingan bisnis yang ketat dan di tengah kesulitan akibat berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan oleh tujuan-tujuan mulia yang lahir dari hati nurani, seringkali bertahan dan meraih sukses.

    2. Temukan kepuasan dalam hati.
    Kepuasan finansial, kepuasan karir dan kepuasan-kepuasan lain yang bersifat fisik, tidak ada habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri dan terjebak dalam penyimpangan-penyimpangan bisnis yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Pencarian kepuasan batin atau hati akan menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam berbisnis.

    3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh.
    Halangan terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental hati kita. Kurang antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood dan berbagai kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang kesuksesan kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati kita, maka apapun halangannya akan dapat kita atasi dengan ketetapan hati yang teguh.

    4. Bangun team dengan kesehatian.
    Tidak ada orang yang bisa sukses maksimal dengan bekerja sendirian. Bekerjasama dengan team maka kita dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat, utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.

    5. Bekerja dengan sepenuh hati.
    Apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka yang bekerja dengan segenap hatinya.

  13. Dina Evanita said

    Mas Nanang…
    Pak Rahmanto…
    A Saiful Bahri…
    Indah Nurita…
    dan, my fav Ihsanudin Bahri🙂 …
    Pertama, “sehat pak? sehat teman-teman?…
    mengomentari hal yang dibahas di muka, saya pikir semua orang punya kebenarannya masing-masing, yang datang dari proses belajar yang terus berlanjut, pun ketika dia sudah meninggalkan bangku ruangan B30… dan sekitarnya🙂. Saya hanya ingin mengemukakan ucapan seseorang yang masih saya ingat, “Seseorang yang tahu akan merasa bahwa dirinya tidak tahu”. Saya kira demikian halnya juga yang bisa terjadi pada sebuah institusi. Saya yakin institusi Kimia UNDIP merasa perlu berbenah diri karena sudah pernah berada daam posisi “melakukan yang terbaik”. Apa yang dikatakan mas Nanang ataupun pak Rahmanto berasal dari sebuah pengetahuan yang mendalam tentang apa yang sudah mereka kerjakan. Seperti sebuah ungkapan juga, kita tidak bisa menyalahkan sebuah usaha, demikian juga dalam perkara ini. Disamping berfikir ke depan tentang solusi kesalahan di belakang, saya kira kurang bijak jika menilai apa yang sudah kita jalani adalah sesuatu yang…. mungkin sia-sia? Saya atau beberapa teman bisa ada di forum ini juga karena masa 4 atau 5 tahun di Kimia UNDIP, saya rasa. Selanjutnya, berfikir untuk menjadi lebih baik juga harus. Kritik-kritik yang membangun mestinya dianggap berkah, karena dengan lebih cepat mengetahui kesalahan, lebih cepat perbaikan dilakukan.
    Demikianlah, jika semua sepakat untuk membuat perubahan, mari berubah ke arah yang lebih baik tanpa menyesali yang sudah dilewati. Saya rasa begitu….
    Untuk Pak Rahmanto: “pak saya merindukan masa-masa mengobrol di Laboratorium Kimia Fisik dengan bapak…semoga bapak selalu sehat dan tetap semangat dalam hal baik yang bapak lakukan.🙂

  14. AD. Hadiyanto(J2C098112) said

    alhamdulillah,
    mas Nanang aku selalu ingat senyum mas nanang, indah nurita, gimana desain baju2nya masihkah??ahmad saiful bahri……ga ada yang kuingat dari kamu selain muka kucel,tas yang diselempangkan dan yang pasti komentar lugu tapi tajam (wish u luck bro’), dina evanita kalau ga salah salah satu akhwat termanis dari 99 yang pernah saya temui dengan senyum manis dan lesung pipitnya(tetap istiqomah ya:-) ), Pak Rahmanto salam takzim saya buat Bapak. MIPA KIMIA……rasanya tidak ada yang lebih mengecewakan buat saya ketika libur kemarin & dolan ke tembalang selain turunnya akreditasi jurusan KIMIA. harus ditanya kenapa???? salah rekrut mahasiswakah, kurikulumnya kah, atau masihkah profesi dosen kimia hanya sebagai sambilan dari pekerjaan pokok sebagai ibu/kepala rumah tangga. Pak WH, (sprti mas Nanang) saya juga tidak pernah malu untuk mengakui rendahnya kualitas saya sebagai seorang yang terpaksa harus menyandang gelar SSi seperti juga saya tidak malu mengakui sbg alumni kimia mipa undip tapi juga harus di akui bahwa lulusan kimia mipa tidak beregrade tinggi. harus diakui masuk kimia mipa bagi sebagian besar mahasiswa adalah “kecelakaan”, namun apakh hal itu harus ditambah dengan saling sindir antar dosen di depan mahasiswa hanya karena ketidak sejalanan ide, dsn llsn itb/ugm,atau senioritas?? kenapa mahasiswa lebih suka nongkrong di depan dekanat atau main kartu dengan mas wanto di parkiran daripada ke perpus??? kenapa mahasiswa lebih banyak ngantuknya daripada mendengarkan kuliah dosen. adalah benar tidak adil menyalahkan institusi, dan meminta tanggung jawab mereka sebaga penyebab rendahnya mutu lulusan, tetapi salahkah saya kalau ber analogi serendah apapun mutu bahan masakan tetapi kalau kokinya pas dalam memainkan bumbu2nya pasti masakannya menjadi istimewa. sekarang menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk membangun kimia menjadi lebih maju.

  15. a.s bakhri said

    Salam pertemuan… kembali

    happy reunite…. rekan ku evanita,

    hormat…. buat mas AD. Hadiyanto… sudah ikut bergabung, teruslah ramaikan dunia ini dengan pemikiran mas AD. H yang dr dulu memang seepp pake telor…

    udah isi data data alumini lum nehh?? sekalian ada ide… buat menyearakan site ini?

    mohon dukungan ajak yang lain.. terimakasi atas bantuannya…

    salam hormat,

    A.S. Bakhri
    (orang yg belum bisa menyumbang apa-apa, kecuali dengan menulis dan meramaikan web)

  16. a.s bakhri said

    ada yang punya mekanisme proses dalam peleburan/pengolahan logam (tembaga) skala industri?
    terutama data lama proses dari input hingga finish.
    jika ada e-mail ke as.bakhri@yahoo.com

    terima kasih.
    A.S. Bakhri
    085640889907

  17. Dina Evanita said

    Buat mas AD, sayang sekali yang mas maksud adalah Dina Fransiska, sedang saya Dina Evanita🙂
    Salam kenal aja kalau gt…
    Tapi Rekan saya Dina Fransiska pasti senang bisa meninggalkan kesan baik yang mendalam buat seorang mas AD…🙂
    Wah, seru ya… saya jadi merindukan teman-teman saya… Ipul.. Wish u all the best…. Ihsan… where r u?

  18. HMK UNDIP said

    pengumuman
    website HMK di http://www.hmkundip.tk
    bagi seluruh civitas akademika kimia mipa undip dan alumni yang ingin mengetahui keadaan HMK dan memberi masukan silahkan buka situs kami ini. salam ADMIN http://www.hmkundip.tk

  19. as.bakhri said

    berita gembira nur cahyadi dan istri (nani maryati) sudah mempunyai seorang putra.

    mohon do’a semua untuk kebahagian meraka dan semoga bisa menjadi anak yang sholeh.

  20. madiyono said

    Sy salut buat teman-teman alumni yang masih peduli untuk memberikan masukan, kritik dan saran untuk kampus tercinta, kimia Fmipa undip. Menurut sy apa yang disampaikan mas nanang adalah sesuatu yang baik. Meski yang disampaikan berupa kritik yang bagi orang tertentu bisa membuat kuping panas karna seolah2 mengecilkan peran jur kimia, tetapi hendaknya hal tersebut dilihat dari sisi positifnya. dengan kritik tersebut paling tidak bisa menjadi media introspeksi, evaluasi diri dan motivasi untuk terus bekerja keras sehingga dimasa yg akan datang kimia mipa undip bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas dan menjadi pilihan favorit bagi calon mahasiswa. Memang harus diakui bahwa saat kuliahpun sy msk kimia undip hanya pilihan ke2. tahun pertama sy tidak menikmati kuliah dikampus tersebut. Tetapi setelah itu dan apalagi sekarang saat saya bekerja sy merasakan bahwa apa yang sy dapat saat kuliah ternyata sangat bermanfaat.

    oke, itu saja komentar saya
    salut buat mas nanang…

  21. madiyono said

    Ada berita gembira dari teman angk 97

    Janner pardede sekarang telah menjadi seorang bapak. Putranya yang diberi nama Ilham telah lahir pada bulan Juni 2007 lalu

    Selamat buat Janner dan istri!

  22. madiyono said

    salam untuk p Ismiyarto M.Si, p Bambang C P.Hd, p Rahmanto MSi dan para dosen lainnya.

  23. as.bakhri said

    selamat datang mas madiyono,
    selamat berbahagia mr. janner atas kelahiran putra.

    insya4jj1 saya sampaikan salam mas madiyono kepada bapak-bapak dosen.

  24. ihsanuddin bahri said

    Ass.wr wb
    Kepada seluruh civitas akedemi kimia undip: Selamat menjalankan ibadah puasa, mohon maaf lahir batin. Semoga puasa kali ini kita temukan puncak kontemplasi kita masing-masing (lailatul qodhar). Amin.
    nb: Dina evanita, As. bahri, indah nurita, norbasid, apa kabar? tinggal kalian yang masih terlacak keberadaanya.
    Wassalam.

  25. Syukurlah posting saya ini rupanya memicu polemik dan perdebatan di jalur maya. Hanya saja, respon dari teman-teman tentang usulan bagi peningkatan kualitas jurusan maupun fakultas MIPA kukrang ditanggapi. Teman-teman justru berpolemik tentang benar tidaknya kritikan saya bahwa kualitas pendidikan di FMIPA Undip masih rendah. Bukan itu sebenarnya respon yang saya harapkan.

    Daripada berpolemik bahwa kualitas pendidikan masih rendah atau sudah memadai, alangkah lebih baik untuk menyumbang ide-ide positif dan cemerlang, atau tindakan nyata agar civitas akademika kita bisa lebih maju. Berpolemik sampai lelah pun tak bakal memberi pengaruh apa-apa terhadap kualitas itu sendiri. Karena sesungguhnya berpolemik hanyalah alat untuk pemicu agar kita bangun dari comfort zone atau status quo.

    Jadi kawan-kawan, ayo yang punya ide, informasi, koneksi atau apapun itu yang sekiranya bisa bermanfaat, silakan dibagi di blog ini. Mumpung gratis kan?

  26. wah FMIPA UNDIP udah ada blognya ya, ini official or unofficial, saya bukan alumni FMIPA kebetulan saya dulu jurusan teknik kiia undip angkatan 99
    ok deh cuma mau mampir aja.trims

  27. Ny.Toni said

    waduh…koq nety gak gaul yah???
    gak tau ttg website ini…padahal sering online loh^_^
    Buat Bp. RAhmanto yg lebih ngetrend dipanggil Pak WH sama Mahasiswa apakabar?semoga senantiasa dlm keberkahan..amin…
    ngomong2 WH kepanjangannya apa ya Pak?

    buat temen2 99 khususnya dan angkatan lain yg di jakarta kita kuatkan alumni kita yuk..untuk daerah Jak-sel kami biasa ngumpul Nety,Nita,Suryati,NAni,Nurcahyadi, yg lain kyknya jarang bisa bareng kami…

    info: posisi nety skr di L.A (sayang bukan Los Angeles,tp Lenteng Agung,hee…) silahkan hubungi di 081364489663 bagi yg pny fren bisa ke 08883185585 terbuka bagi siapa saja yg tdk berniat usil alias jahil

    best regard,

    Nety 99

  28. Ny.Toni said

    kayaknya Pak Rahmanto udah harus pake HP yg Canggih jd bs Internetan kapan aja dimana aja,atau pasang aja internet di ruangan kerja jd lebih efektif…
    oia di kimia dah ada internet gratis blm sih?gak heran ternyata byk temen2 yg gaptek,abis mau internetan mesti kewarnet,berapa duit???mesti puasa deh…
    ternyata di jurusan sebelah Lab kita (T.mesin) internet gratis..jd gak heran t.mesin undip pd maju byk yg kerja di Power plan dan oil and gas…
    maaF…maklum suami nety orang T.Mesin,heeee… setelah dibela-belain nginep di kampus demi internet gratis dalam rangka menjemput masa depan melamar sana-sini…alhamdulillah ketemu juga rejekinya…
    kalo kita???kerja gak dapet2 duit habis buat pragko dan kirim e-mail?coba internet gratissssssssssss
    maaF…mental gratisssaaaan neh,heeeeeeee

  29. Ny.Toni said

    MAs Aris Winarno yg mampir ke website ini kenal gak ya sama Acfi Tekim99 undip???

  30. Ismiyarto said

    Puji syukur kepada Allah SWt,

    Bahwa atas partisipasi dan kerja keras semua civitas akademika, akreditasi Jurusan Kimia FMIPA UNDIP menjadi B.
    Terima kasih semuanya, semoga hasil ini menjadi pemicu, pemompa semangat untuk lebih berkarya demi kemajuan jurusan kimia.

    Amiin

    Jurusan Kimia FMIPA UNDIP

  31. wisnu said

    Selamat buat Jurusan Kimia MIPA Undip atas akreditasi B-nya. Semoga tetap jaya slalu dan menghasilkan potensi-potensi yang ditunggu Indonesia.
    Salam buat semua bapak dan ibu Dosen Kimia MIPA.

    Wisnu – KIMIA 96

  32. kimiaundip said

    Kembalinya akreditasi B adalah buah kerja keras dari semua komponen pendukung dalam suatu sistem yang bernama jurusan kimia. Komponen-komponen tersebut tak lain tak bukan adalah staf pengajar, staf administrasi, teknisi, mahasiswa, alumni.
    Nilai B ini seharusnya merupakan cambuk bagi semua komponen tersebut untuk terus meningkatkan prestasinya karena nilai B ini dapat menjadi C bila kita terlena namun juga dapat menjadi A bila kita berusaha. Target terbesar? tentu saja meningkatkan menjadi A, tetapi harus disadari bahwa untuk menjadi A perlu fundamental yang kuat pada semua elemen tersebut.
    So…. mari kita semua berusaha demi masa depan kimia yang lebih bercahaya!!!!!!!!

    Salam LUARR BIASA

    Nor Basid AP – Kim 99

  33. WH Rahmanto said

    Menengok masa lalu, melesat ke masa depan

    kurang lebih 3 tahun yang lalu, pagi-pagi pk. 05.15 saya harus sudah menyalakan mesin “si gesit irit saya”. Namun baju batik satu-satunya yang saya beli dengan menabung 1 tahun lebih dahulu masih tergantung di jemuran luar rumah. Khawatir terkena hujan, lebih dahulu saya memindahkan baju batik di teras rumas yang berangin cukup hingga (menurut instink) akan lebih mudah mengering. Alahmdulillah, sesampai di rumah pk 21.00 saya mendapati baju batik sudah benar-benar kering, padalah seharian langit berawan.

    Saya tercenung memandangi (sambil meremas-remas) baju batik. kemanakah gerangan sang makhluk bernama “air” yang “selepas cuci” masih terserap di serat-serat kain? Ah….pertanyaan bodoh. Ya tentu menguap…! Benarkah? Konon kata mahasiswa kimia dan siapapun, air menguap pada suhu 100 derajad celcius. Pengalaman sejak kecil memberitahu bahwa tak pernah terjadi suhu pakaian mencapai 100 derajad celcius di jemuran, sekalpun di bawah terik matahari pk 12.00……! Bahwasanya pengelaman sehar-hari masa lalu menunjukkan bahwa jauh di bawah 100 derajad celcius air menguap meninggalkan bahan-bahan yang sedang dijemur memang benar. Lalu apa masalahnya, kok cuma begitu saja diributkan…(dasar…Pak Rahmanto sejak dulu memang suka mempermasalahkan hal-hal sepele…). Yang menjadi masalah, apa sih sebenarnya yang menjadi penyebab mudahnya air meninggalkan bahan-bahan yang tadi menyerapnya tanpa perlu menunggu suhu 100 derajad celcius.

    Pada bulan April 2007 lalu, saya mengajak Karmila, Nurul Kholifah, dan Lia Dwi Ningsing (bimbingan TA saya) untuk kembali mengurusi masalah (yang menurut umum) sepele tadi. Walhasil, “penyebab” pun dapat diidentifikasi dan hipotesis-hipotesis pun disusun. Mari Nur, Mila, dan Lia…kita buktikan kebenaran hipotesis tadi. Fasilitas? Ah, sama sekali tidak ada. Mari Nur, Mila, dan Lia….kita mengasah akal dan kecerdasan. Kita terapkan prinsip hidup: Berangkat dari sampah menuju produk mewah. Ultimate purpose-pun dirangkai: dos akua bekas, termometer seadanya, kipas angin kecil, lampu balon dirakit menjadi sebuah pengering sederhana. Obyeknya apa? Bertiga sepakat temulawak. Baiklah. Eksperimen hingga Januari 2008 pun telah dilaksanakan, memberikan hasil sangat spektakuler: temulawak mengering tak lebih dari 20 jam pada suhu 32 derajad celcius tanpa merusak (bahkan mempertajam) warna dan aroma. Telah pula ditawar pedagang dengan harga Rp 7.500,- per kg untuk skala eksport. Sungguh mewah buat kami. Prototipe pengering sederhana tetapi efektif pun sempat disumbangkan ke Masyarakat di sebuah desa di bilangan Ngawi Jawa Timur. Lebih jauh dari itu, ada formulasi-furmulasi Termodinamika Kimia yang kebenarannya dapat dibuktikan. Kini menyusullah Zaitum Maricar Sahib, mhs Kimia 2005 Fitrya, untuk ikut bergabung dalam penelitian (non-TA) menggarap pengeringan biji rambutan. Mahasiswa Fisika angkatan 2004, pun tertarik untuk bergabung dalam Tugas Akhir, kali ini akan mengeringkan lombok sambil membuktikan kebenaran formulasi hukum Aerodinamika. Dengan dukungan literatur terbaru yang kuat, hasil simposium internasional di Hungary 2006 lalu, perjalanan TA menjadi sangat mentap menuju pemikiran ke depan yang “brilliant”, menghasilkan produk mewah melalui proses sederhana, menggunakan peralatan sederhana rakitan sendiri pula…. Tak perlu fasilitas mewah, kalau justru hasilnya justru masih jauh dari mewahnya fasilitas. Selamat Mila, Lia, dan Nurul atas suksesnya…! Selamat bergabung dan berjuang di arena pembuktian paradigma “berangkat dari sampah menuju produk mewah”, Fitrya dan Zaitum….! Cuma harus ingat Formula Selebritis (pengganti pasal Ospek):
    Pasal 1. Saya bisa berkarya
    Pasal 2. Karya saya spektakuler
    Pasal 3. Dan saya pun bikin sejarah
    Pasal 4. Disukai atau tidak, yang penting terkenal

    Viva mahasiswa Kimia-FMIPA UNDIP….Viva alumni…
    WH Rahmanto

  34. WH Rahmanto said

    Bermodal m8

    Saran Ny.Tony sangat bagus. Saya sudah pakai Nokia untuk akses ke internet berkendaraan Fren/m8 sejak akhir 2003 lalu. Hanya saja perlu biaya ekstra untuk bayar pulsa. HP tak perlu harus canggih. Saat ini Hot-Spot UNDIP sudah tertransmisikan ke ruang kerja saya via FMIPA, T.Mesin, Dekanat FT, T.Elektro, F.Peternakan, dll. Hanya saja ngadatnya lebih sering daripada beresnya. Lebih-lebih saat (dan sehabis) hujan lebat disertai badai dan halilintar.

    Kendala lain: kerja sejak pk 05.45 – 20.00 di lab masih belum cukup, pekerjaan banyak, waktu kurang. 20.30 – 05.30 spesial untuk istri (tak bisa diganggu) hahahaha…….

    Salam Netty Sri Wulandari yang sudah lama kehilangan kontak dan untuk semuanya saja tanpa pilih-kasih……..

    Saya juga telah kehilangan Laksmana Adibrata & M. Fathony (angk 1998 semua). Di manakah mereka sekarang……..?

    Penunggu Lab Kimia Fisik
    WH Rahmanto
    HP. 081575581005

  35. WH Rahmanto said

    Berangkat dari pV = nRT

    Formula pV = nRT punya khasiat finansial yang tinggi… Bagaimana bisa? Ah, itu soal gampang…. Begini resepnya:
    Kalau n dan T ditingkatkan pesat menjadi d(nT) nilai pV juga meningkat pesat setinggi d(PV). Jika materi sebanyak n ditaruh di dalam sistem ruangan berdinding cukup kuat, tetapi ada batas histerisisnya, meledaklah sistem tadi. Aplikasinya….? Wuah, ini yang menarik. Sebelum berangkat kerja, ambil beberapa genggam biji jagung kering, rendam dalam air sebentar saja. Lalu tiriskan seharian. Sepulang kerja gorenglah jagung tirisan tadi. Torrr…torrr…torr… meriah sekali. Ada d(nT) bangkitlah d(pV)…. “Corn popping up into pop-corn”……..(Materi Praktikum Energetika Kimia-FMIPA UNDIP). Pop-corn sudah dipantentkan Amerika Serikat sejak lama. Rasanya lezat, lumayan untuk teman nonton TV tanpa perlu keluar ongkos banyak untuk jajan snack di mall atau supermarket.

    Semarang, 20 Maret 2008
    Penunggu Lab Kimia Fisik
    WH Rahmanto

  36. WH Rahmanto said

    Berangkat dari pV = nRT

    Formula pV = nRT punya khasiat finansial yang tinggi… Bagaimana bisa? Ah, itu soal gampang…. Begini resepnya:
    Kalau n dan T ditingkatkan pesat menjadi d(nT) nilai pV juga meningkat pesat setinggi d(PV). Tenaga sekuat d(pV) ini merupakan kerja mekanik yang sanggup menyeruak dinding-dinding yang memenjarakan gas sebanyak n mol. Jika gas sebanyak n mol ditaruh di dalam sistem ruangan berdinding cukup kuat, tetapi ada batas histerisisnya, meledaklah sistem tadi. Aplikasinya….? Wuah, ini yang menarik. Sebelum berangkat kerja, ambil beberapa genggam biji jagung kering, rendam dalam air sebentar saja. Lalu tiriskan seharian. Sepulang kerja gorenglah jagung tirisan tadi. Torrr…torrr…torr… meriah sekali. Air dalam bulir-bulir jagung pun berubah menjadi gas. Ada d(nT) bangkitlah d(pV)…. “Corn popping up into pop-corn”……..(Bahasa asingnya: brondong, sudah menjadi Materi Praktikum Energetika Kimia-FMIPA UNDIP). Pop-corn sudah dipantentkan Amerika Serikat sejak lama. Rasanya memang lezat. Lumayan untuk teman nonton TV, daripada hujan-hujan harus keluar rumah jajan snack di mall atau supermarket. Hitung-hitung, sembari menghemat anggaran.

    Semarang, 20 Maret 2008
    Penunggu Lab Kimia Fisik
    WH Rahmanto

  37. WH Rahmanto said

    What next after graduate…?

    Kita tak usah bicara tentang “malu = f(kualitas)”. Yang terpenting dlam hidup ini adalah “kemauan kita”. Kemauan bekerja keras, menambal kekurangan masa lalu menggapai harapan masa depan. Kita cobalah untuk merekonstruksi pengetahuan yang telah kita dapatkan selama ini, kemampuan yang telah ada pada kita, harapan ke depan, tantangan yang menghadang di depan kita, rintangan yang membuat kita tersandung jatuh-bangun, menjadi satu rakitan “inovasi survival”. Masa studi pendek atau terlalu lama, bahkan nyaris DO, IPK tinggi atau rendah, berasal dari institusi berkualitas rendah atau tinggi, bukanlah makhluk yang harus diratapi, melainkan bahan bakar untuk selalu menyalakan semangat dan daya juang kita. Yang utama, kita terus berjuang tanpa kena lelah untuk terus maju, menuju keridloan Allah, dengan tetap saling mengingatkan (tawa shoubil haqi, watawa shoubis shabr) supaya kita tidak terjerumus dan terperangkap ke dalam sejenis penjara yang berupa “stagnasi” ataupun “keterpurukan”. Bangkit…berjuang…bersemangat menuju kualitas lebih tinggi…..be excellent berdasar ridlo Allah SWT………….

    Penunggu Lab Kimia Fisik
    WH Rahmanto

  38. JOHAN said

    assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

    alhamdulillah… by this site, we can share for the sake of our major.. m really proud of it.. I wanna share something….
    I think, we should change our practical mechanism.. surely so far, we cant really get the content of the practical..
    sorry 4 now, I just have a few to share… we can proceed 4 the next time…. see you.. thx 4 readin&attention… W3

  39. JOHAN said

    alhamdulillah… by this site, we can share for the sake of our major.. m really proud of it.. I wanna share something….
    I think, we should change our practical mechanism.. surely so far, we cant really get the content of the practical..
    sorry 4 now, I just have a few time to share… we can proceed 4 the next time…. see you.. thx 4 readin&attention… W3

  40. Papae Tegar said

    AWW,
    Betul sekali kata pak Rahmanto yang penting itu semangat juang seseorang untuk maju ! Buat adik-adik kimia Mipa Undip jangan cengeng ! kami dulu yang buka alas tembalang tahun 1988 kondisinya jauh sekali dari ideal ! kalau ndak percaya tanya aja ama pak Cholid dosen kalian. orang itu yang bikin hebat bukan otak atau otot aja tapi yang utama adalah spirit alias semangat juangnya ! ayooo… maju teruss… pantang menyerah…. merdeka..!

    Papae Tegar
    Penunggu Gudang Munisi

  41. djoem said

    sugeng semua,

    wah wah… bahasanya mungkin terlalu tinggi buat saya. tetapi luar biasa krn masih diberi petunjuk oleh bang Google untuk kunjungi site ini. Tombo kangen.
    Yah minimal saya bisa masuk lagi kedunia yang sdh lama ta tinggalken. bahkan sejak 2002 tak satupun temen kuliah sering ketemu kecuali Bang Fatur 92 (carik dan petani salak di sleman) yah tempat nginep klo maen ke malioboro. satu lagi bang Dedy dan istrinya mbak Evi karena tempat mrk mengais rejeki adalah klien saya.
    Entahlah temern temen yang lain… dimana ya semoga tetap survive melanjukan hidup.

    untuk rekan2 pingin mampir bisa kok.. saya masih di Semarang. bisa contak di rumah masih belom pindah. dan mungkin sampai ajal menjemput. ya tempat merawat anak istri.
    telp. 024-7610823, fax.024-7615257
    YM. wahyudjoem@yahoo.com
    skype id wahyudjoem ( region semarang )
    HP. 08157741805, 70790676
    silahkan mampir. asal jangan minta sumbangan pinjem uang atau minta lowongan perkerjaan.ya kami sedang tidak ada lowongan ( sopir aku butuh ).

    tapi saya akan terbuka tentang bagaimana memulai sebuah bisnis, make money, menjual produk atau jasa, bagaimana marketshare, outsouching, purchase, cashflow dll. yah siapa tau Ijazah anda belum atau tidak laku di pangsa kerja. dan butuh survive u kelangsungan hidup..

    aku tunggu ya…

    secankir Kopi, susu sirop, atau es teh siap menanti anda.

    buat Pak WH, aku masih hidup pak. trus apakah masih ada mahasiswa yang suka mabok kaya angkatan saya….?

    matur numun..

    djoem.

  42. Assalamualaikum Wr Wb

    Ulun di pedalaman kalimantan mau ikut nimbrung. Yup, saya ordinary student, dengan IPK 2,78 dimana mayoritas nilai saya didongkrak di mata kuliah P Rahmanto, terima kasih Pak.

    Apakah Kimia semakin maju? Saya kira iya, mungkit tidak menjelit, namun pelan tapi pasti. Yah, realistis saja, tujuan kuliah kan agar kita bisa kerja kan? IPK dll, akan jadi kenangan indah yang dibicangkan saat reuni. Jadi, yang perlu ditingkatkan adalah mata kuliah yang sesuai tuntutan kerja. Bagaimana mahasiswa dibiasakan presentasi, mengungkapkan opini, kerja dalam tekanan, penguasaan bahasa asing dan IT, dll, itu yang penting. Bukan sekedar hapalan dan IPK saja. Mungkin disini P Rahmanto bisa mendeskripsikan lebih detail, dimana saya telah merasakan manfaatnya. Sekian, terima kasih.

    Wassalamualaikum Wr Wb

  43. Ari Dwi Kurniawati said

    Ass.Wr.Wb…
    Salam untuk semuanya.
    Ternyata Nia cukup gaptek juga yach. Baru tau Blog Kimia Mipa Undip.
    Banyak hal yang dapat diperoleh dengan belajar. Jangan hanya hafalan dan IPK saja yang menjadi andalan.
    Menurut Nia, menjadi pribadi yang berkualitas itu jauh sulit. Karena semua itu bergantung dari pribadi masing2 masing. Yach, memang benar apa yang dikatakan Kurniawan B. A, kalau kita kuliah agar bisa bekerja. Perlu ditambah lagi, dengan semakin tingginya ilmu kita, diharapkan kita dapat berpikir menjadi lebih bijak. Sehingga, dengan pemikiran2 yang bijak tersebut, mampu membentu kita menjadi pribadi yang berkualitas, dan bermanfaat.
    Terus terang, selama saya kuliah saya mungkin bisa dibilang mahasiswa yang bergrade rendah. (karena IPK yang rendah).
    Pada saat saya mulai bekerja, ternyata ilmu kimia yang saya gunakan hanya sekitar 20% saja. 80% justru bukan kimia, melainkan bagaimana saya harus mampu berpresentasi mengungkapkan segala opini, menerima tekanan dalam pekerjaan dll. Ilmu 80% ini justru saya dapat dari mata kuliah PIP. Sehingga, cukup disesalkan pula kalau mata kuliah ini dihapus.
    Untuk Pak Rahmanto, sukses selalu ya pak….
    Sebagai informasi, Laksmana Adibrata sekarang ada di Yogyakarta.
    Untuk Bapak dan Ibu Dosen, “Selamat atas peningkatan Nilai Akreditasi Kimia Undip.” Semoga lebih baik lagi.
    Buat adik2 yang baru kuliah, ” Maju Terus Pantang Mundur. ” Mumpung ambil ilmu sebanyak banyaknya. Dunia kerja lebih keras dibandingkan di kampus.
    Wass. Wr.Wb

  44. Fatwa_J2C002130 said

    Ass…

    Akhirnya datang juga….

    Ini bukan judul acara di salah satu TV swasta,tp jawaban dari hasil perjuangan panjang dosen-dosen kita serta semua pihak yang peduli pada Jurusan kimia Undip. Bagaimana tidak, setelah beberapa tahun menghilang akhirnya harapan itu kini telah memiliki wujud dan yang lebih menggembirakan lagi, wujud-yang hadir mampu membuat semua “pihak” paling tidak merasa lega. Ya… tamu itu berwujud Akreditasi jurusan Kimia Undip “B”….. Congratulation.

    Hendaknya ini dapat dijadikan sebagai suatu “New Momentum” bagi semua pihak untuk bisa berkontribusi lebih baik lagi. Melalui millist ini, secara pribadi saya ingin menyampaikan salam hormat dan terima kasih buat semua dosen kimia Undip atas jasanya. Semoga 4JJI membalasnya dengan sesuatu yang lebih baik, Amien….

    Buat Alumni (mas dan mbak2Ku ang’ 98 keatas salam kenal y..serta adik2 CaCO3 dan Chemo’04 yang telah lulus, selamat y… tp, ingat perjalanan masih panjang). Sebagai Alumni kiranya kita bisa berkontribusi lebih banyak lagi dengan ide dan inovasi2 yang “lebih bergizi”…

    Buat Pengurus HMK yang sekarang… Tolong cek alamat websitenya benar apa g.. http://www.hmkundip.tk Kok g ada isinya yaaa.. Saya pengen tahu perkembangan HMK sekarang (pengurusnya, rencana kegiatan, dll).. Kimia Jaya.. 3x

  45. Teruntuk Kimia FMIPA Undip

    Selamat dan Sukses buat Jurusan Kimia yang berakreditasikan B sekarang. Semoga 5-10 tahun lagi, Kimia Undip menjadi lebih baik dan terus berkembang.
    Saya termasuk orang yang kurang tahu banyak tentang jurusan kimia sekarang, tapi saya yakin semua civitas akademika di jurusan sedang melakukan proses “perbaikan” di berbagai aspek untuk mencapai tujuan bersama.
    Dengan akreditasi B semoga menjadi salah satu parameter kebangkitan jurusan kimia untuk menghadapi tuntutan masa depan. Namun tidak cukup dengan akreditasi saja tapi semangat untuk bersama-sama membangun almamater yang jauh lebih penting. Kesadaran dan Kemauan untuk bersatu dan saling bahu membahu yang akan mengantarkan kita menjadi lebih baik lagi. Semoga kondisi sekarang jauh lebih baik dibandig pada saat saya masih menginjak bumi kampus FMIPA Undip 3 tahun silam.
    Mohon bisa di informasikan perkembangan terbaru tentang jurusan di web ini agar kami para alumni lebih bisa mengena dalam memberikan masukan dan saran. Terima kasih saya buat semua civitas akademika Jurusan Kimia FMIPA Undip, terutama buat Bapak Ngadiwiyana dan Bapak Ismiyarto.
    Selamat berjuang

    Ahmad Fathoni
    Kimia 2001

  46. Ny.Toni said

    “malu=f(kualitas” ini ciri Pak Rahmanto, suka menerjemahkan bahasa kehidupan dengan faktor matematik, sebaliknya formulasi rumus ilmiah mjd untaian kata sarat hikmah… soul-nya mirip Mario Teguh banget deh Pak. Atau Mario Teguh sebenarnya yg mirip Bpk ya?

    Sebelumnya maaf ni Pak Rahmanto, kalo saya baca2 isi website ini, dosen yg aktif kok cuma Pak Rahmanto ya? Pak Ismiyarta, kayaknya cuma sekali, Bapak2 dan Ibu2 yg lain pada kemana Pak? diajak atuh Pak buat ngobrol disini… Gak kangen apa sama anak2nya? kita aja kangen loh…

    Pak Rahmanto saya masih ingat loh tantangan Bapak untuk bertarung di SENAYAN, Bpk msh ingat???
    Kapan ya senayan bs kita jadikan medan pertempuran……?

    Oia sekedar kabar Pak, sekarang saya gak LA lg, tp di bekasi, tetanggaan sama Dina Fransiska loh, beda gang aja. kami juga satu kantor jd tiap hari naik KRL bareng, bekasi-jakarta…demi sesuap nasi sekarung emas Pak^_^
    yaa… yg jelas demi sebuah aktualisasi diri
    Mba Rinta 97′ jg sekantor sama kami tgl 14 kemarin nikah

    Sementara itu dulu deh Pak…thanx 4 all…

    best regards,
    -Nety 99′-

  47. W.H. Rahmanto said

    Nety,
    saya masih ingat tantangan bertarung itu. Bertarung di Senayan dengan kemampuan: intelek-kuminikasi-kolaborasi dan kemampuan melawan tekanan. Di forum ini pun saya menantang Nety dan semua alumni untuk mempertarungkan gagasan-gagasan dan pemikiran. Siapa tahu, berguna bagi Jurusan Kimia-MIPA UNDIP.
    Nia,
    sebenarnya tidak hanya 20%. Yang lain % masuk ke alam bawah sadar, hiden, dan tetap bekerja mengontrol kemampuan berfikir. Ibarat komputer, Program-program DOS tidak muncul, tetapi tetap bekerja. Demikian pula file-file .EXE atau .COM lainnya bekerja aktif tanpa menampakkan diri.

  48. W. H. Rahmanto said

    Faturrahman ’92, apa khabar. Terimakasih Djoem, atas sinyalnya yg membuat saya bisa menelusur jejak Faturrahman ’92. Masih segar dalam ingatan saya, ketika malam hari di alas Roban sepulang dari KKL. Ketika bus nabrak truk, posisi Fatur di jok terdepan kiri. Spontan setelah itu Fatur terbirit lari ke cari tempat duduk di belakang. Maaf Fatur, waktu itu saya mengantuk sekali, sehingga kendali Pemandu Jalan saya serahkan sebentar ke Pemandu Wisata yg tak berpengalaman sama sekali.
    Menjadi petani Salak & Carik asyik sekali. Semoga sukses Fatur & Djoem…..
    Nety, Ikhsan, Nia (Ari Dwi K), ……..dan semuanya: Semoga sukses meniti karir. Ingat pesan Pak Damin? Jangan lupa almamater. Artinya: cara berfikir logis-sistematik-analitik,………..tetap berlaku di mana pun berkarir…..

    WHR

  49. W. H. Rahmanto said

    Kemajuan MIPA yg tak pernah bisa dilepaskan dari usaha pantang menyerah PR-IV (Dr. M. Nur, Fisika) juga Pak DIdik & Pak Ngadiwiyana adalah telah terpasangnya jaringan internet hingga ke semua Lab, termasuk ruangan tempat saya mangkal. Hanya saja, ngadat-nya masih selalu bikin pening.
    Terpaksa saya masih tetap harus mengandalkan HP untuk masuk ke BLOG ini.
    [WHR]

  50. W. H. Rahmanto said

    Untuk seluruh sivitas academica MIPA-UNDIP, khususnya Kimia, saya ingin merefresh bahwa fakultas kita adalah fakultas matematika & sains. Tentu paradigma yg mesti diterapkan adalah pembelajaran menuju penguasaan matematika & sains yg kuat. Tugas utama institusi adalah membekali lulusan dg kompetensi scientiific yg kuat, sekalipun para lulusan memilih bidang di disiplin ilmunya ketika studi di MIPA.
    Penelitian yg dilakukan dosen, berimplementasi ke mahasiswa, adalah penelitian scientiific, bukan penelitian operasional. Penelitian yg bersifat aplikatif untuk membantu penyelesaian masalah di masyarakat luas, hendaknya diangkat via cluster-cluster relevan yang sudah dibentuk di MIPA sejak lama lalu.
    Selamat berjuang.

    Salam hormat
    WH Rahmanto

  51. W. H. Rahmanto said

    Untuk seluruh sivitas academica MIPA-UNDIP, khususnya Kimia, saya ingin merefresh bahwa fakultas kita adalah fakultas matematika & sains. Tentu paradigma yg mesti diterapkan adalah pembelajaran menuju penguasaan matematika & sains yg kuat. Tugas utama institusi adalah membekali lulusan dg kompetensi scientiific yg kuat, sekalipun para lulusan memilih bidang lain di luar di disiplin ilmunya ketika studi di MIPA.
    Penelitian yg dilakukan dosen, berimplementasi ke mahasiswa, adalah penelitian scientiific, bukan penelitian operasional. Penelitian yg bersifat aplikatif untuk membantu penyelesaian masalah di masyarakat luas, hendaknya diangkat via cluster-cluster relevan yang sudah dibentuk di MIPA sejak lama lalu.
    Selamat berjuang.

    Salam hormat
    WH Rahmanto

  52. W. H. Rahmanto said

    Mencela karya orang lain lebih mudah daripada mengapresiasi karya itu.
    Menuding kelemahan-kelemahan karya orang lain lebih mudah daripada menyelami ruh yang tersirat di dalam karya itu.
    Memuju karya yang bagus lebih mudah daripada mengajak memperbaiki karya yang gagal.
    Bersahabat dengan yang sukses lebih menyenangkan daripada bersama-sama membangkitkan keberhasilan orang yang gagal.

    Paro penggalan terakhir tiap-tiap kalimat di atas, lebih menghidupkan proses pembelajaran yang sangat bermakna ketimbang paro penggalan awal tiap-tiap kalimat.

    Selasa, 3 Pebruari 2009
    WH Rahmanto

  53. W. H. Rahmanto said

    Peraturan baru yg meringankan mhs2 pengulang matakuliah (dg tak wajib hadirnkuliah atau presensi tak perlu 75%) ditambah ketentuan yg tak membolehkan adanya nilai D (dosen harus meremidi mhs dg nilai D), memperlihatkan dengan jelas bahwa isntitusi pendidikan UNDIP maupun MIPA (khususnya) berusaha menggapai akuntabilitas yg tinggi: Lulus cepat dg IPK tinggi.
    Tetapi hendaklah didasarkan pada proses pembelajaran yg benar, sehingga lulus cepat – IPK tinggi juga dengan kualitas tinggi pula.

  54. Coba aturan itu ada pas waktu saya kuliah dulu…. jadi saya ndak perlu kuliah hampir 6 tahun.. IPKnya pas-pasan lagi….. hehehe.. kalau dilihat aturannya kayak gitu seleksi mahasiswanya aja yang diperketat pak…. Saya bisa menyadari kenapa Undip / MIPA membuat aturan kayak gitu.. sebab banyak alumni yang kalah bersaing di pasar kerja gara-gara tersandung batasan IPK….

  55. djoem said

    ya mas, seperti saya. walaupun udah gonta-ganti perusahaan belum pernah sekalipun ke bidang kimia, dalam kata lain ga pernah pake ijazah kimia. cuma ikhtiar bagaimana bisa tetap hidup dan bisa cari makan

  56. Miftah' 95 said

    Kang djoemm pa kabar?
    Pak Rahmanto pa kabar juga ?, kalo belum kenal sekalian dehh salam kenal…
    Toek mba, mas, ncang, ncing, nyak babeh pa kabar…
    Mudah2an kabar baek…semua…………………………..Amien

    Saya bersyukur bisa kuliah di Kimia Undip, dulu waktu kuliah susahnya minta ampun mau dapet nilai C atau B, apalagi A wuiihhh bisa-bisa sakit-sakitan dech. Tapi itu semua mendidik saya jadi orang yang ……….. pokok’e muantap lah
    Saya khawatir kalo penerapan “Jangan ada nilai D” justru menurunkan kualitas lulusan.
    Nilai ok tapi kalo gak survive?… yach gitu dechhh…

    Jabat Erat

    Miftah

  57. djoem said

    alo juga, miftah hehe, dulu sih isunya uda meninggal segala..
    saya aja susah untuk ngapalin nama orang, apalagi catatan teman
    he he

  58. Miftah' 95 said

    Semangat nya masih idup nihh kang Djoem………..
    Denger kata “Ospek” di berita anak ITB…saya inget langsung kang Djoem….

    Bravo lahh…

  59. djoem said

    jangan begitu ah… segalak ataupun se iseng-isengnya saya, masih liat kondisi adik kelas.

    nah sayapun suka kasih rokok loh ke adik angkatan, kayaknya hasan pernah dapet previlage

  60. Ngomong-ngomong soal opspek…. sebenarnya opspek banyak gunanya lho… contohnya saya, waktu awal-awal saya jadi serdadu dulu… ternyata ilmu ketahanan mental waktu opspek amat berguna… apalagi waktu saya jadi Dosen di Akmil dulu… hehehe.. kreatifitas dan keisengan ngerjain yunior ternyata bermanfaat untuk diterapkan menghukum Taruna yang mengantuk dikelas…..hehehehe…..

  61. djoem said

    tapi sayang, anrena seperti ini katanya untuk sekarang ini dilarang
    padahal acara seperti ini banyak sih manfaatnya, baik senior maupun yunior

  62. djoem said

    tapi sayang, arena seperti ini katanya untuk sekarang ini dilarang
    padahal acara seperti ini banyak sih manfaatnya, baik senior maupun yunior

  63. W. H. Rahmanto said

    Miftahudin (J301951305) dari SMAK-Bo? Yang diisukan meninggal dg cara tragis? Teman dekat Shadiqy Artib (J301951314)? Wah…wah…wah…kenapa tidak kenal?
    Muh Suhari (no presensi di bawah Miftah), Disbon Bangun, Akhmad Supardy sekarang di mana?

  64. W. H. Rahmanto said

    Mars Kimia-Kimia-Jaya tak lagi menggema…….

  65. W. H. Rahmanto said

    Saya ingin usul begini…….:
    Lewat icon Data Alumni (1988 – 2004), silakan berhai-hai, tetapi jangan terlalu serius. Santai, kocak, konyol, atau apalah…..biar bisa bikin suasana hangat.
    Lewat icon Tukar Pendapat, mari kita sharing pengalaman keilmuan Kimia dan aplikasinya di lapangan. Cari korelasi materi perkuliahan dengan kenyataan lapangan (di daur, restoran, bengkel, …..dll)
    Lewat icon Sedikit Masukan Buat Mereka dari Kami dan Kita, mari kita saling asah-asuh, memberikan masukan untuk almamater, agar pendidikan di Jurusan Kimia-MIPA UNDIP makin maju. Dosen-dosen juga perlu memberikan masukan-masukan (ruh ilmiah) agar alumni juga meningkatkan kemampuan mengembangkan-diri.
    Lewat icon Untuk MIPA UNDIP, kita sampaikan masukan-masukan agar di Fakultas tercipta iklim kondusif (ah..gaya pejabat nich..) yg bisa memacu Prodi di lingkupnya untuk berkembang maju
    Bagaimana…….

  66. setuju…….!!!… sumber air so dekat… beta sonde tak pernah terlambat lagi…… hehehe….

  67. Indra S. (Chem '04) said

    Jadi bingung nih mau nulis apa tentang Jurusan Kimia apalagi Fakultas MIPA. Tapi ya sudahlah dah terlanjur mengunjungi sebaiknya meninggalkan kata2 walau sedikitpun. Menurut saya ya alhamd Jurusan Kimia skrg sudah semakin baik dibanding waktu saya masuk pertama kali tepatnya 1 Sept 2004. Tapi memang ada beberapa hal yang membuat saya semakin ………… karena beberapa hal baik sudah menghilang digantikan oleh hal2 yang mungkin buruk dimata orang lain (ini saya dengar dari karyawan Jur Kimia sendiri) dan hal ini mungkin sudah berlangsung dari sekian tahun lalu dan kalaupun dikembalikan ke keadaan semula jawabannya bermacam2. Tapi 1 hal lagi yang membuat saya bangga dengan berstatus sebagai mhs Kimia Undip, yakni terjalinnya rasa kebersamaan, kekeluargaan dan solidaritas yang terbentuk antara mhs-mhs, dosen-dosen, dan mhs-dosen. Semoga hub yang sudah terbentuk tetap kekal abadi selamanya (waduh koq kyk lagu aja). Amien.

    Maju terus JURUSAN KIMIA UNDIP…

    Kimia Jaya……… Kimia Jaya…..
    HIDUP KIMIA…………

  68. Dedi Bariyanto said

    Ada suatu pengalaman. Suatu waktu saya berhadapan dengan seseorang….punya background kimia hanya 1 tahun dan selebihnya ekonomi.
    Dengan modal yang ada Dia mejalankan bisnis di bidang kimia….yang sebelumnya sempat Dia tidak sukai.
    Ini yang hebat…..dari sudut pandang saya yang kecil!
    Dengan hanya bermodal membaca buku dan surfing internet, Dia bisa merintis bisnisnya….dan jalan. Dia bisa meramu suatu formula kimia…otodidak dan berhasil. Mendapat untung dan membagi untung dengan orang lain yang dipekerjakannya. Bahkan berani bersaing dengan perusahaan kimia besar lainnya.
    Dan mari kita belajar!
    Saya berpikir seharusnya saya mampu berbuat lebih dibandingkan Dia..karena notabenenya saya lebih punya kemampuan di bidang kimia dibanding Dia. Seharusnya dan saya yakin itu bisa dan mampu didapatkan di bangku kuliah. Hingga kini saya masih yakin dengan itu. Perbedaan saya dan Dia bukan semata bahwa kualitas saya lebih rendah daripada Dia.

    Dan ini kisah lain….sama tapi berbeda.
    Suatu waktu saya berhadapan dengan “Dia”…yang menurut saya pengetahuan “Dia” (saya bedakan Dia dan “Dia”)di bidang kimia jauh melebihi saya (berasal dari PTN terkemuka, katanya). “Dia” punya problem di perusahaannya, dan katanya oleh atasannya “Dia” diminta mengatasinya. Setelah “Dia” menceritakan semua masalahnya, saya pun menganalisa. Dan akhirnya saya kemukakan sebuah solusi….yang akhirnya “Dia” terima. Di akhir pertemuan ada suatu pertanyaan dari “Dia”, “Kenapa dengan parameter yang sama saya (“Dia) mendapat hasil yang kurang memuaskan dibandingkan anda?”. Dengan sedikit bangga saya hanya menjawab,”Mungkin saya lebih suka dan lebih dulu mengalami problem dibanding anda (“Dia”). Dan kini saya bisa berbagi dengan anda”. Bangga juga rasanya….ada yang lebih dari saya dibanding “Dia”. Sesuatu yang tidak saya peroleh di bangku kuliah….dan harusnya sekarang bisa ada di bangku kuliah.

    Dari situ saya berusaha merenungi semua pengalaman di atas. Tidak ada yang salah….yang ada hanya bagaimana kita memandang sesuatu tidak hanya terfokus pada kampus atau bangku kuliah…yang sudah dilakukan oleh sebagian (besar) bapak dan Ibu Dosen kita, dan mulai sekarang harus menjadi peranan para mahasiswa dan para alumnusnya.

    Maju dan tidaknya almamater kita seharusnya ditentukan oleh semua pihak…talkless do more kata iklan. Para Dosen sudah berusaha keras dan keras itu juga saya yakin. Mahasiswa juga harus berusaha lebih keras lagi dan yakin pada almamaternya. Dan tidak lupa pula alumnusnya pun harus memberikan input yang nyata pada almamater (termasuk saya dong!).

    Saya yakin Bapak dan Ibu Dosen kita sudah punya ukuran yang dijadikan keberhasilan kampus tercinta kita…tentu berdasarkan kemampuan kampus yang ada (dan itupun harus disadari oleh mahasiswa dan para alumnus).

    Saya yakin para mahasiswa pun mempunyai ukuran yang dijadikan dasar memilih kampus ini.

    Dan terakhir saya yakin para alumnus pun punya ukuran sendiri-sendiri (kan sudah alumnus jadi merasa lebih bebas lagi). (Kalo saya pribadi masih yakin kok dengan kampus kita….buktinya saya bisa menyakinkan tetangga untuk memasukkan anaknya ke Kampus kita).

    Hanya bagimana rumusannya dan bagaimana programnya jelas saya tidak tahu dan tidak akan banyak komentar. Lakukan apa yang masing-masing dari kita bisa lakukan demi Kampus…sekalipun belum bisa terkoordinir. Biarkan Para Dosen kita tetap melanjutkan usahanya demi kampus, biarkan para mahasiswa juga melakukan kegiatannya demi kampus dan kini saatnya para alumnus untuk ikut aktif lebih banyak lagi bagi kampus.

    Hingga kini saya coba merenung dua kisah pengalaman di atas.

    Sekedar catatan saja. Sejak lulus, saya selalu bekerja di perusahaan yang mulai dari nol…tanpa sistem…tanpa bimbingan…tanpa training (wah untung TA dulu ama pak WH, tapi akunya yang ngilang terus tiap mau dibimbing. Saya masih menyesal lho pak sampe sekarang). Tidak hanya di satu perusahaan.

    Dan saya yakin dibandingkan kalian, adik kelasku, saya punya kekurangan yang lebih banyak lagi (Rahasia kita ya pak WH).

    Dan terakhir untuk adik-adik kelasku…yakinlah dengan kampusmu..dengan almamatermu..dengan Bapak dan Ibu Dosenmu. Kami adalah bukti keberhasilan kampus.(mengenai kimia atau tidak itu adalah pilihan kami sendiri).

    Semangat ya Bapak dan Ibu Dosen Kimia-MIPA Undip!
    Semangat ya Adik-adikku Kimia-MIPA Undip!
    Sukses ya para alumnus Kimia-MIPA Undip!

  69. […] kimiaundip.wordpress.com:Untuk FMIPA Undip « Kimia itu Indah, Kimia itu Mudahsaya katakan, semua saran Mas Nanang sedang kami garap. … Saya sudah pakai Nokia untuk akses ke internet berkendaraan … sering ketemu kecuali Bang Fatur 92 (carik dan petani … […]

  70. Maya Damayanti Rahayu (Chemo '05) said

    Asslkm Wr Wb…..

    kok saya baru tahu ad blog ini……nulis ga ya…..tp dah terlanjur baca ya nulis lah….

    menurut pengalaman saya yang pernah kul di kimia…..yang paling baik dilakukan adalah diam dan banyak bekerja syukur bisa memberi sesuatu buat jurusan……..bukan mencari siapa yang salah….memang pemberontakan dalam hati ada terutama untuk yg pernah dikecewakan….tapi setelah dipikir2….pepatah yg lebih bijak adalah…”sebanyak-banyak nya memberi jangan sebanyak-banyak nya meminta…”….mari sama2 bangun kimia minimal dg seuntai doa

    kebetulan suasana lebaran “Kepada seluruh dosen dan staff kimia. Dengan segala kerendahan hati mohon maaf kalau ada salah & khilaf”. Permintaan maaf terutama ditujukan kpd:
    1. Bp Ngadiwiyana
    2. Bp Ismiyarto
    3. Bp Gunawan
    Kepada bpk2 diatas mhn maaf atas sikap2 dan perkataan saya yg krg sopan
    saya yakin sesuatu yg prnh terjadi pasti ad hikmahnya…….mohon doanya ya bpk ibu

  71. rht said

    Halo alumni mipa, info sekilas mipa saat ini : 1) kita telah punya hymne mipa lho yang ditulis aranser oleh teman teman PSM Mipa al aris lia dan hans, hymne di kumandangkan kalau ada ivent di fakultas, biar mipa selalu dihati setuju kan.2) ulang tahun mipa telah disetujui senat fakultas yaitu kelahiran nya tgl 21 Oktober 1988.(dg pertimbangan kita tdk akan meninggalkan sejarah) yaitu kiprah Badan Pengelola MIPA yg mempersiapkan segala sesuatunya untu kelahiran MIPA tercinta. 21 oktober berdasar SK Dikti (21 okt 1diijinkannya Fakultas MIPA beroperasi, sedang 1988 berdasar tahun berkiprahnya BP MIPA,so umur almamater anda th 2011 nanti sudah berumur 23 tahun lho, ayo gagas acara yang bikin kesan menyenangkan dan selalu te ringat.eh mbak mas alumni wisuda april 2011 ini mipa meluluskan sarjana doubeldegree lho undip-avant univ. diraih oleh alumni dari biologi cewek, nanti wisuda agustus satu lagi doubeldegree cowok. saya tunggu masukan-2 nya. nanti disambung info sekilas ke 2 ok

  72. bulan said

    adakah yg punya alamat email pak ismiyarto selain miyarto.ismi@undip.ac.id ? trm kasih

  73. farida said

    tolong, apakah ada yang tahu kontaknya pak wawan (lupa nama aslinya)alumni MIPA 88 dari Madiun, tx

  74. yan said

    Ada yang kenal dengan alumni tekim 92 Septanti Kurnia Ruwantini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: